Modul Kurikulum Merdeka Bahasa Indonesia Fase E Materi LHO

 

MODUL KELAS X (FASE E)

ELEMEN : MENYIMAK

OLEH

          MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)

              BAHASA INDONESIA SMK KRISTEN TAGARI RANTEPAO

 

MODUL AJAR

A. IDENTITAS DAN INFORMASI UMUM

Nama Sekolah

: SMK KR. TAGARI RANTEPAO

Program Keahlian

: Semua Jurusan

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester

: X / 1

Tahun

: 2022

Alokasi Waktu

: 12 JP

Fase

: E

Elemen

: Menyimak

Capaian Pembelajaran

: Peserta didik mampu mengevaluasi dan mengkreasi

informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan,

pandangan, arahan atau pesan yang akurat dari

menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam

bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.

Profil Pelajar Pancasila

1.  Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

2.  Berkebhinekaan Global

3.  Mandiri

4.  Bergotong Royong

5.  Bernalar Kritis

6.  Kreatif

Sarana dan Prasarana

: Laptop, printer, internet, kertas kerja, LKPD

Jumlah Peserta Didik

: ..... orang

 

 

B. KOMPETENSI INTI

Pertemuan ke

: 1-5 kali pertemuan

Tujuan Pembelajaran

1.      Peserta didik Mengevaluasi informasi yang tidak akurat dan bias dalam laporan  hasil obsevasi dengan kritis dan reflektif. Memahami dan menganalisis gagasan dalam laporan hasil observasi dengan kritis dan refletif

2.      Peserta didik Memahami informasi pada teks laporan dan menilai akurasi serta kualitas data dalam laporan hasil observasi menggunakan informasi pada teks eksplanasi sebagai pembanding.

3.      Peserta didik Menulis informasi dalam bentuk laporan hasil observasi secara logis dan etis.

4.      Peserta didik Mengubah laporan hasil observasi ke dalam format kreatif yang dapat dipubli- kasikan di media cetak maupun elektronik.

5.      Peserta didik Mempresentasikan laporan hasil observasi dengan runtut dan menggunakan intonasi yang tepat

 

Pemahaman Bermakna (berkaitan dengan kompetensi keahlian atau

produk yang dibuat atau kehidupan sehati-hari)

: Kemampuan memahami Laporan Hasil Observasi akan berkontribusi dalam mengembangkan kemampuan dalam menilai berbagai informasi baik lisan maupun tulisan. Melatih untuk kritis dan kreatif dalam mengkritik suatu permasalahan dalam kehidupan nyata dengan cara yang unik dan lebih baik. Selain itu, dapat pula dijadikan.

    Observasi merupakan kegiatan pengamatan atau peninjauan suatu objek        untuk   mendapatkan informasi dan fakta secara akurat

Pertanyaan Pemantik

: Apakah kalian pernah mengamati sesuatu baik itu benda, binatang atau tumbuhan ?

 

Model Pembelajaran

   : Scientific Learning dan Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan :

1)  Salah satu siswa secara mandiri memimpin doa bersama untuk memulai aktivitas.

2)  Guru menyapa siswa dan melakukan pemeriksaan kehadiran.

 

 

Kegiatan Inti :

Pertemuan ke-1

 

1.      Guru menyiapkan teks Belalang Anggrek yang sudah dibagi menjadi 4–5 bagian ke dalam amplop yang berbeda.

2.      Bagilah peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4–5 siswa.

3.      Guru  menyampaikan          gambaran  aktivitas  dan      penjelasan  terkait          “tabel prediksi”.

4.      Guru  memberikan  amplop  berisi  potongan-potongan  teks  Belalang Anggrek

5.      kepada setiap kelompok.

6.      Dalam satu kelompok, setiap siswa membacakan isi amplop masing- masing secara bergiliran dan peserta didik lain menyimak.

7.      Setelah seluruh peserta didik membacakan bagian wacananya, Peserta didik mengecektabel prediksi yang telah diisi dengan informasi yang didapat.

8.      Peserta didik mendiskusikan isian tabel prediksi dengan siswa lain. Merekajuga dapat bertukar informasi terkait pernyataan yang didapat

9.      Mintalah setiap perwakilan kelompok  untuk  mempresentasikaninformasi yang didapat dari wacana yang diperdengarkan.

10.  Peserta didik lain menyimak dan menanggapi dengan kritis jika ada perbedaaninformasi yang disampaikan.

11.  Peserta didik diberi apresiasi oleh guru terkait presentasi yang sudah disampaikan.

12.  Peserta didik diperbolehkan membuka buku untuk mengecek informasi yangdidapat.

13.  Peserta didik diminta untuk  menyimak  video  tentang  belalang anggrek yang dapat diakses dengan memindai kode QR pada buku. Guru dapat menayangkan video tersebut di depan kelas jika peserta didik tidak memungkinkan mengakses video tersebut.

14.  Peserta didik membandingkan informasi yang didapat dari teks dengan video yang ditonton.

15.  Guru mengajak peserta didik untuk mempelajari materi pada aktivitas 2 tentang struktur teks laporan hasil observasi.

16.  Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya jika tidak memahami materi tersebut.

17.  Secara individu, peserta didik mengidentifikasi struktur teks Tonggeret yang dibacakan oleh guru (guru dapat merekamnya terlebih dahulu)

18.  Peserta didik mendiskusikan hasil jawaban mereka dalam kelompok.

19.  Beberapa perwakilan peserta didik menyampaikan hasil diskusinya.

 

Pertemuan 2:

1.  Arahkan siswa untuk melakukan kegiatan pra-membaca sebagai berikut.

1)   Tuliskan judul teks yang akan kalian baca.

2)   Tuliskan pertanyaan  “Adik  Simba”  (Apa,  di  Mana,  Kapan,  Siapa, Mengapa, dan Bagaimana) yang muncul saat kalian membaca judulteks

3)   Minta siswa untuk membaca teks “Kunang-Kunang” secara komprehensif untuk menjawab pertanyaan yang diberikan siswa lain

2.  Setelah membaca, siswa melakukan aktivitas sebagai berikut.

1)   Siswa menukar pertanyaan dibuat dengan pertanyaan siswa lain.

2)   Siswa saling menjawab pertanyaan.

3)   Siswa menuliskan informasi penting dari jawaban tersebut.

4)   Siswa membuat ringkasan dari informasi yang didapat

3.  Siswa dan guru membahas jawaban

4.  Siswa diajak membaca teks eksplanasi “Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang” untuk membandingkan informasi yang terdapat pada  teks dengan informasi pada teks “Kunang-Kunang” yang telah dibaca sebelumnya.

Pertemuan 3

1.  Siswa diberi kesempatan untuk membaca dan memahami materi serta mencari informasi lain terkait materi dari sumber lain.

2.  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masihkurang paham.

3.  Guru meminta siswa mengerjakan latihan.

4.  Siswa dan guru membahas jawaban.

5.  Siswa lain menyimak dan menanggapi dengan kritis jika ada perbedaan pedapat yang disampaikan

 

Kegiatan Penutup :

 

1)   Guru memberikan tugas kepada peserta didik, dan mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri menghadapi tes/ evaluasi akhir di pertemuan berikutnya.

2)   Siswa membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

3)   Secara mandiri, siswa memimpin doa bersama setelah selesai melakukan aktivitas belajar.

 

Assemen

   V

Diagnostik

V

Formatif

 V

Sumatif

Pengayaan dan Remideal

: -

Pengayaan diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham dalam materi ini dengan kegiatan pemberian materi lanjutan.

Remedial diberikan kepada siswa yang mendapat kriteria paham sebagian dan tidak paham dengan kegiatan mengulang pembelajaran di luar jam pelajaran


 

 

 

B.     LAMPIRAN

 

-  Materi bahan ajar mengenai teks Laporan Hasil Observasi.

-  Penilaian Lembar Kerja Peserta Didik.

Bahan Bacaan (handout, acuan standarisasi; link video, dll) :

-     Teks Laporan Hasil Observasi.

 

 

Glosarium :

Laporan Hasil Observasi ( LHO ) adalah kegiatan yang tidak pernah terlepaskan dalam kehidupan seseorang.

Daftar Pustaka :

Buku Siswa Cerdas Cermat Bahasa Indonesia Kelas X.

 

 

 

Kepala Sekolah

 

 

 

 

Micha S. Pairunan, ST,.MM.

 

NUPS. 54 70 05 009

 

 

Wakasek Kurikulum

 

 

 

 

Frederik Timang, ST,. MM

NIP. 197702282008041001

Tagari, … Juli 2022

 

Dibuat oleh,

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Burinda Tampang A, S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN


 

 

Materi Ajar Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

 

A.    Pengertian laporan hasil observasi

 

Laporan hasil observasi ialah teks yang mengungkapkan fakta-fakta yang didapatkan melalui proses pengamatan.

Pengertian objektif

Objektif artinya informasi yang diberikan sesuai dengan data yang didapat selama observasi. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk menuliskan informasi dan data yang indra kalian benar-benar dapatkan.

 

B.    Struktur laporan hasil observasi

 

1.      Pernyataan umum atau klasifikasi

Bagian ini berisi pembuka atau pengantar hal tentang yang akan disampaikan, hal umum tentang objek yang akan dikaji, dan menjelaskan secara garis besar pemahaman terhadap hal tersebut.

Contohnya, jika objek observasi adalah binatang, hal yang dibahas pada bagian ini adalah nama ilmiah, klasifikasi umum binatang (serangga/mamalia/unggas, dll.), dan tempat hidup secara umum.

2.      Deskripsi bagian

Bagian ini berisi penjelasan detail mengenai objek atau bagian- bagian dari objek. Contohnya, jika objek observasi adalah binatang, hal-hal yang dapat dibahas di bagian ini adalah bagian tubuh, pola makan, daur hidup, habitat, kebiasaan unik, dll.

3.      Deskripsi manfaat atau kesimpulan

Bagian ini menjelaskan manfaat objek yang diobservasi, baik bagi manusia maupun bagi alam secara umum.

Struktur laporan hasil observasi yang disajikan secara ilmiah Laporan observasi dapat disajikan, baik secara populer maupun ilmiah. Laporan populer memiliki bagian-bagian yang lebih fleksibel, tetapi bagiannya tidak lengkap. Hal itu sebagaimana yang tampak pada artikel dalam surat kabar atau majalah. Sementara itu, laporan ilmiah memiliki bagian lebih lengkap dan sistematika teratur.

Laporan hasil observasi pada umumnya disajikan dalam bentuk karya tulis atau yang lazim disebut dengan makalah. Adapun yang dimaksud dengan makalah adalah karya tulis yang membahas suatu persoalan dengan pemecahan masalah berdasarkan hasil membaca atau hasil pengamatan lapangan. Makalah biasanya disusun untuk diskusi-diskusi resmi, seperti simposium, seminar, atau lokakarya. Makalah sering pula disebut paper, yakni tugas tertulis pada suatu mata pelajaran yang penyusunannya dapat berupa kajian hasil obervasi

 

C.    Cara Mencari Arti/Makna Istilah Tertentu yang Jarang Ditemui

 

Salah satu ciri bahasa yang digunakan dalam laporan hasil observasi adalah penggunaan bahasa ilmiah. Hal ini tidak lepas dari laporan hasil observasi yang termasuk ke dalam teks ilmiah. Untuk memahami arti kata-kata ilmiah yang jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalian dapat menggunakan cara-cara berikut.

Makna atau arti kata sering kali dijelaskan secara langsung atau tersurat dalam teks.

Contoh:

Belalang anggrek merupakan predator polifagus atau pemakan beberapa jenis mangsa.

Makna atau arti kata dapat kita dapatkan dari penjelasan secara tidak langsung dalam teks.

Contoh:

Tonggeret termasuk ke dalam hewan herbivora. Tonggeret dewasa mengisap sari makanan dari batang pohon menggunakan mulutnya yang seperti jarum. Saat masih berbentuk nimfa, tonggeret mengisap cairan dari akar pohon untuk bertahan hidup.

Dari teks tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa herbivora berarti hewan yang memakan tumbuhan atau bagian tumbuhan.

Makna atau arti kata dapat kita dapatkan dengan menggunakan petunjuk visual yang terdapat dalam teks.


Contoh:

Gambar 5. Anatomi tonggeret

Dari gambar di atas dapat kita simpulkan bahwa elytra adalah sayap atas yang menutupi sayap bagian bawah

 

Kalian juga dapat menggunakan kamus, ensiklopedia, atau tesaurus, baik dalam bentuk cetak maupun daring untuk mencari makna atau arti kata.


Contoh:

Gambar 6. Tangkapan layar laman KBBI Daring

Sumber: Fadillah T. A. (2020)

Gambar di atas merupakan tangkapan layar dari kamus besar bahasa Indonesia daring saat kalian mencari arti kata toraks. Untuk mengakses laman tersebut, kalian dapat mengunjungi https://kbbi.kemdikbud.go.id.


Gambar 7. Tangkapan layar laman Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia

Gambar di atas merupakan tangkapan layar saat kalian mencari arti kata toraks dari berbagai kelas kata melalui tesaurus daring yang tersedia di http://tesaurus.kemdikbud.go.id/tematis/.

 

D.    Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi Kalimat Definisi

 

1)      Kalimat definisi

Kalimat definisi merupakan kalimat yang memberikan penjelasan umumtentang suatu benda, hal aktivitas, dan lain-lain. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknis atau ilmiah tertentu. Kalimat definisi ini membantu pembacanya untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering muncul dalam

sebuah tulisan. Kalimat definisi biasanya menggunakan kopula, seperti kata adalah, merupakan, dan yaitu.

Contoh:

Belalang anggrek (Hymenopus coronatus) adalah salah satu jenis belalang sentadu atau belalang sembah yang hidup di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya.

Belalang anggrek merupakan predator polifagus atau pemakan beberapa jenis mangsa.

2)      Kalimat Deskripsi

Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus suatu benda. Sifat-sifat tersebut merujuk pada hal khusus yang dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya berupa ukuran besar kecil dan tinggi rendah. Warna seperti merah, kuning, dan biru. Rasa seperti manis, pahit, getir, halus, dan kasar. Kalimat deskripsi membantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan seolah-olah seperti melihat, merasakan, atau mengalaminya sendiri.

Contoh:

Tubuh mereka berwarna putih dengan aksen merah muda lembut atau cerah.

Sayap depan berfungsi melindungi sayap belakang sehingga teksturnya lebih keras.

Selain menggambarkan sifat atau ciri khusus suatu objek, kalimat deskripsi juga dapat menjelaskan sebuah aktivitas yang dilakukan objek tersebut. Kalimat ini menggunakan kata kerja material atau kata kerja yang menunjukkan tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa.

Contoh:

Rongga itu memperkuat suara yang dihasilkan oleh getaran tymbal.

Saat bertelur, tonggeret betina menempelkan telur-telurnya di cabang atau batang pohon dan rerumputan.

3)      Imbuhan di-

Sering kali penulisan imbuhan “di-” disalahartikan  dengan  kata  depan “di”. Untuk membedakan mana yang merupakan imbuhan dan mana yang merupakan kata depan.

 

Penulisan Kutipan Tidak Langsung dan Sumber Rujukannya

Sebagai teks yang bersifat ilmiah, laporan hasil observasi harus menyajikan data yang akurat. Salah satu cara untuk menyajikan data yang akurat sebagai pendukung hasil observasi, kalian dapat menggunakan sumber lain baik berupa buku, artikel, maupun sumber digital. Perhatikan kutipan teks berikut. Kunang-kunang betina ada yang mempunyai sayap dan tidak mempunyai sayap sehingga tidak selalu terbang (Borror & White 1970, 37).

Esig (1958, 78) menyatakan bahwa spesies kunang-kunang sering ditemukan di daerah dengan kelembapan tinggi dan hangat, seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit, dan padang rumput.

Kedua kalimat tersebut merupakan kutipan tidak langsung yang digu- nakan oleh penulis. Kutipan tidak langsung adalah penggunaan pendapat seorang penulis atau tokoh berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Untuk membuat kutipan tidak langsung, kita harus memahami terlebih dahulu informasi yang akan dikutip. Setelah itu, tulislah inti dari informasi tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri. Kalian juga dapat mengubah struktur kalimatnya menjadi kalimat pasif atau sebaliknya.

Kutipan tidak langsung yang dituliskan dalam teks dapat menggunakan dua format pada contoh kalimat di atas. Kalimat pertama mencantumkan sumber kutipan dalam tanda kurung pada akhir kalimat berupa nama belakang penulis, tahun penerbitan, dan halaman sumber kutipan. Kutipan tersebut diambil dari tulisan karya Borror dan White tahun 1970 pada halaman 37.

Kalimat kedua mencantumkan nama belakang penulis sumber kutipan di luar tanda kurung dan mencantumkan tahun dan halaman kutipan dalam tanda kurung. Kutipan tersebut merupakan pernyataan dari karya yang ditulis Esig tahun 1958 pada halaman 78.

Semua sumber kutipan harus dicantumkan pada daftar pustaka untuk menghindari plagiasi atau pengambilan karya orang lain tanpa izin. Jika dituliskan dalam daftar pustaka, sumber kutipan  tersebut ditulis sebagai berikut:

Borror DJ, White RE. 1970. Peterson Field Guides: Insects. Boston (US): Houghton Mifflin Company.

Essig, EO. 1958. College Entomology. 5th ed. New York (US): MacMillan Company

 


ASESMEN

1)     Jenis: Tes

            Bentuk: Tes Tulis

            Instrumen: Uraian

 

1.      Bandingkan informasi yang terdapat pada teks “Kunang-Kunang” dengan informasi          pada teks “Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang”

 

            Tabel Rubrik penilaian identifikasi struktur teks LHO

 

No

 

Aspek Penilaian

 

Nilai dan Kriteria Penilaian

Nilai 4

Nilai 3

Nilai 2

Nilai 1

1

Pemahaman

Siswa mam-

Siswa salah

Siswa salah

Siswa salah

 

isi teks

pu meng-

meng-

meng-

meng-

 

 

identifikasi

identifikasi

identifikasi

identifikasi

 

 

seluruh kesa-

kesamaan

dua

seluruh

 

 

maan infor-

informasi

kesamaan

kesamaan

 

 

masi pada

pada kedua

informasi

informasi

 

 

kedua teks

teks

pada kedua

pada kedua

 

 

dengan benar.

 

teks

teks

2

Kemampuan

Siswa

Siswa

Siswa me-

Siswa

 

me-

mampu me-

mampu me-

nyampaikan

tidak me-

 

nyampaikan

nyampaikan

nyampaikan

alasan

nyampaikan

 

alasan

seluruh

sebagian

namun

alasan

 

 

alasan yang

alasan yang

tidak logis

 

 

 

disampaikan

disampaikan

 

 

 

 

dengan logis

dengan logis

 

 

Nilai = (Jumlah nilai yang didapat/nilai maksimal) x 100

                       

Tabel kunci jawaban

Struktur Teks

Nomor

Paragraf

Alasan

Pernyataan umum atau klasifikasi

1

Paragraf ini memberikan

informasi umumterkait apa itu tonggeret.

Deskripsi bagian

2–5

Paragraf-paragraf ini memberikan informasirinci tentang tonggeret.

1.        Paragraf dua menjelaskan mengapatonggeret dapat berbunyi nyaring.

2.        Paragraf tiga menjelaskan fungsi dari suara tonggeret bagi tonggeret jantan.

3.        Paragraf empat menjelaskan daur hiduptonggeret.

4.        Paragraf lima menjelaskan

makanantonggeret.

Deskripsi

manfaat/simpulan

6

Paragraf ini menjelaskan manfaat

tonggeretbagi manusia.

 

2)     Jenis: Tes

Bentuk: Tes Tulis

Instrumen: Uraian

1.     Tuliskanlah kalimat definisi dan kalimat deskripsi yang terdapat pada teks “Kunang-Kunang” dan Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang”!

2.     Carilah kesalahan penulisan kata berimbuhan di- pada teks “Kunang- Kunang yang Perlahan Menghilang”!

3.     Ubahlah    informasi        berikut             menjadi           kutipan            tidak    langsung.Lalu, tuliskanlah sumber kutipan tersebut sesuai dengan aturan!

Informasi 1

Semut rangrang bukan sembarang  semut.  Mereka  unik  dan  berbeda dar jenis semut lainnya. Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abadyang lalu. Tercatat, sekitar tahun 300 Masehi di Canton (China), semut ini digunakan untuk mengusir hama pada tanaman jeruk. Orang mengambil sarang-sarang semut ini dari hutan, memperjualbelikannya, lalu meletakannya di pohon-pohon jeruk jenis unggul. Teknik yang sama tetap dilakukan sampai abad ke- 12, dan masih diterapkan di selatan China sampai saat ini.

Sumber infomasi: Mengenal Serangga di Sekitar Kita karya S. Djoewari yang diterbitkan oleh Alprin pada tahun 2020. Informasi tersebut terdapat pada halaman 58.

Informasi 2

Pengetahuan yang rendah yang dimiliki oleh petani apel tentang penggunaan pestisida yang dilakukan secara intensif memberikan peluang mereka untuk bertindak atau berperilaku tidak baik terhadap lingkungannya. Kurangnya pengetahuan mereka tentang serangga pollinator yang berfungsi membantu penyerbukan, menyebabkan banyak serangga yang disemprot dengan pestisida. Kurangnya pengetahuan petani apel tentang manfaat tumbuhan penutup tanah tertentu yang merupakan habitat serangga polinator, membuat mereka menyiangi semua tumbuhan penutup tanah dan menjadikannya makanan ternak.

Sumber informasi: Buku Serangga Polinator karya Budi  Purwantiningsih yang diterbitkan oleh Universitas Brawijaya Press pada tahun 2014. Informasi tersebut terdapat pada Halaman 101 s.d. 102.

Rubrik:

1.      Mencari kalimat definisi dan kalimat deskripsi

Jawaban benar nilai 1

Jawaban salah nilai 0

2.      Mencari kesalahan penulisan imbuhan di-

Jawaban benar nilai 1

Jawaban salah nilai 0

3.      Mengubah informasi yang didapat menjadi kutipan tidak langsung

Rubrik penilaian mengubah informasi menjadi kutipan langsung

 

 

No.

Aspek Penilaian

Nilai dan Kriteria

Nilai 4

Nilai 3

Nilai 2

Nilai 1

1

Kemampuan parafrasa

Struktur kalimat dan diksi sangat berbeda dengan informasi awal, tetapi maknanya tetap sama.

Struktur kalimat dan diksi agak berbeda dengan informasi awal, tetapi maknanya tetap sama.

Struktur kalimat dan diksi agak berbeda dengan informasi awal, tetapi maknanya berubah.

Struktur kalimat dan diksi hampir sama dengan informasi awal dan maknanya berubah.

2

Kemampuan menuliskan sumber referensi

2

1

Siswa menuliskan sumber referensi dengan tepat.

Siswa tidak tepat dalam menuliskan sumber referensi.

                          Nilai = (jumlah yang didapat : nilai maksimal) x 100

KUNCI JAWABAN:

 

a.      Mencari kalimat definisi dan kalimat deskripsi

Kalimat definisi

Kunang-kunang merupakan jenis serangga yang dapat mengeluarkan cahaya. Kalimat deskripsi

1)     Berdasarkan hasil pengamatan, tubuh kunang-kunang betina lebih besar dibandingkan kunang-kunang jantan.

2)     Hampir seluruh bagian tubuh kunang-kunang berwarna gelap dan berwarna titik merah pada bagian penutup kepala.

(Jawaban dapat berbeda asal masih masuk ke dalam konsep materi)

 

b.      Mencari kesalahan penulisan imbuhan di-

1)     di konversi = dikonversi

2)     didalam = di dalam

3)     dibumi = di bumi

4)     di kesampingkan = dikesampingkan

5)     di injak-injak = diinjak-injak

 

c.      Mengubah informasi yang didapat menjadi kutipan tidak langsung

1)     Sejak ratusan tahun lalu semut rangrang dimanfaatkan oleh ma- nusia, khususnya orang China Selatan, untuk mengusir hama pada tanaman jeruk (Djoewari, 2020: 58)

2)     Kebiasaan petani menggunakan pestisida berlebihan dan menyiangi semua tumbuhan penutup tanah dapat membahayakan populasi serangga polinator (Purwatiningsih, 2014: 101–102)

3)     (Jawaban dapat berbeda asal masih masuk ke dalam konsep materi)

 

 

 

 


 

 

 

 


 

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODUL DISIPLIN POSITIF (DIFERENSIASI )TEKS EKSPLANASI B.INDONESIA FASE F KLS XI